Puncak Lawang
Puncak lawang adalah sebuah daerah tinggi di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Dari sini kita bisa ngeliat keindahan Danau Maninjau. Kadang sinar matahari menyelinap diantara awan di langit. Seolah-olah cahaya surga yang memberi berkah pada danau ini. Daerah ini dingin banget. Siang-siang juga dingin. Kabut seneng banget mampir tempat ini. Dan kalo udah dateng, dia betah banget, trus nutupin danau. Jadi kita harus nunggu agak lama untuk melihat keindahan danau.




Disini ga banyak warung. Cuma ada Lawang Top Cafee punya Pak Adrian. Trus ada sebuah masjid. Ada juga bangunan berarsitektur padang punya Semen Padang. Masuk kesini ga bayar, Cuma dibawah kita dimintakan biaya retribusi sekitar 3000 rupiah.

Di tempat ini ada bangunan tempat radio repeater punya PLN. Gua ikut tim yang garap tower ini tahun 2007 lalu. Lumayan juga naik tower setinggi 40m ditempat yang ketingiannya sudah 1300m. Angin diatas kenceng banget.




Tempat ini sering dijadikan daerah take off paralayang (semacam terjun parasut). Umum juga boleh ikut. Kalo masih amatir ntar bisa digendong (Cuma nanti bayar jasa guidenya). Sayang harga melayang 15 menit ini hampir sama biaya terbang 1,5 jam Padang-Jakarta. Padahal kalo murah boleh juga nih nyoba.


Di bagian belakang ada hutan pinus. Kalo kita susurin kebelakang maka akan keliatan pemandangan yang nggak kalah bagus dari Danau Maninjau yaitu Bukittinggi dengan Gunung Merapi sebagai backgroundnya.



[...] Lawang Peak Diterbitkan April 11, 2008 Uncategorized Silahkan baca review dari Sdr. Agus pada Weblognya [...]
buang agoess, terima kasih informasinya, katanya ada homestay juga dekat situ, punya informasi pengelola dan tarifnya nggak?
wah maaf. kalo itu saya nggak tahu. tapi ada pak adrian yang tinggal disana. cuma dia satu-satunya yang tinggal disana. mungkin dia bisa bantu. minimal kasih informasi ttg homestay sekitar situ dan tariffnya.
kalo emang mau. nanti bisa saya berikan nomornya lewat email aja.
iya,
kmarin lebaran aku pulkam.
trus aku singgah ksana,
memang punca lawang tempat yg sangat indah.
Rasa menyesal kalau kita liburan ke sumatera barat,
tapi tidak singgah ksana.
“thanks bang agoes da ngingatin aku kmbali dgn tmpt itu”