Survey Keramba PLTA Maninjau
Tanggal 10 – 13 Maret 2008 PLTA Maninjau mengadakan survey jumlah keramba di selingkaran Danau Maninjau. Menurut Pak Syaf yang memimpin survey, Survey ini nantinya digunakan pihak PLTA untuk mengetahui data keramba yang ada. Pas waktu makan di RM Tanjung Alai, gua tanya untuk apa PLTA mengetahui data keramba, bukannya dinas perikanan yang membutuhkan. Pak Syaf menjelaskan dari data jumlah keramba bisa diperkirakan berapa banyak zat kimia dari pakan ternak yang dikandung Danau Maninjau dan seberapa besar sumbangsih pakan ternak ini pada pencemaran yang terjadi di Danau maninjau.
Kenapa pula PLTA pusing dengan pencemaran yang terjadi di Danau Maninjau, harusnya kan Pemda yang pusing?. gua dapet informasi bahwa tentunya PLTA membutuhkan air yang ngga tercemar untuk memutar turbin. Selain itu dulu sempet ada kasus yang cukup heboh. Danau Maninjau tercemar dan pihak PLTA disalahkan. Pencemaran Danau maninjau ini dikenal dengan istilah Tubo Balirang. Katanya gara-gara sungai Antokan dibendung untuk PLTA, zat pencemar di Danau nggak bisa keluar danau secara alami lewat sungai. Akibatnya terjadi penumpukan zat pencemar di danau yang jika banyak maka akibatnya bisa terasa.
Asyik juga ikut naik speedboat PLN keliling danau Maninjau. Ngeliat lebih dekat kehidupan para nelayan. Survey terakhir tiga tahun yang lalu ada 8000, an keramba di Maninjau. Sekarang sudah ada 15.000 an keramba. Memang sekarang sektor perikanan jadi sektor yang lebih menggiurkan bagi orang Maninjau. Katanya cuma dengan 6 juta bisa bikin 1 keramba ikan, 4 bulan sekali panen. bagi yang rumahnya jauh bisa juga sistem bagi hasil sama orang sini. Ada yang tertarik?.








leave a comment