Agoess’s Weblog

Kisah Mushola dan Sendal

Posted in Artikel Bebas by agoess on April 16, 2008

(Mal Ambasaddor, Jakarta Selatan, April 2008).

Gua, Yudi dan Anto lagi ke Mall Ambassador mau beli komputer. Abis parkir mobil di Basement mampir dulu di toko bordir. Rupanya sudah ada bordir yang dikerjakan komputer. Kita tinggal bawa contoh logo di kertas. Petugas membuat desain logo pada software khusus yang mirip kaya corel. Setelah jadi kemudian di upload ke memori mesin bordir dan mesinoun akan membordir sesuai dengan file yang diterimanya. hasilnya bagus, cepat dan presisi. untuk logo biayanya 30 rb per bordir untuk tulisan 15 rb. Kemudian acara dilanjutkan dengan cari komputer.

setelah dapet toko, gua tawar-menawar harga. Karena agak lama Yudi menghilang sebentar. Rupanya ia sholat dhuhur dulu di mushola. Beberapa saat kemudian ia datang dengan muka aga kecewa. gua ama Anto nggak sadar sampai ia bilang bahwa sepatunya hilang di mushola. gua liat kakinya sekarang pake sendal jepit. “Sendal siapa ?” kata Anto. “Sendal Mushola” katanya.

Pas makan siang di tempat jajanan, kami sempat bahas sebentar masalah sepatu hilang tersebut. Habis gimana lagi. Tempat semegah Mall Ambasador masa ngga sanggup bayar orang untuk jaga sepatu. biasanya di mall-mall lain atau di masjid besar pasti ada petugas penitipan sendal dan sepatu. apa di sangkanya kurang penting kali. Sebenernya malu-maluin juga sih, di tempat ibadah sendal/ sepatu bisa ilang. Sendal aja ilang apa lagi kalo naro piano. Kira-kira apa yah yang dipikirin tukang maling sendal.

ingat ke belakang, gua jadi inget waktu gua kecil. gua abis pulang ngaji. sendal gua ilang. gua cari-cari ngga ada. Akhirnya gua sikat sendal orang. tapi waktu itu gua pilih-pilih sendal untuk di sikat. gua pilih sendal yang bagusnya se level ama sendal gua. masa bodo orang yang ilang nanti mau bilang apa. pas gua aga gedean. gua dua kali ilang sendal setelah itu, tapi kali ini gua milih nyeker atau beli aja sendal jepit di warung daripada ngambil punya orang.

lain lagi temen gua di yogya. paginya ia beli sendal bagus di malioboro. harga 100 rb lebih. pas kami mau sholat jum’at di masjid kampus (waktu itu masih di boulevard ugm) gua bilang supaya sendalnya di masukin aja ke tas soalnya baru. tapi dia nekat. masa mahasiswa nyolong sendal. tapi akhirnya bener kata gua. sendalnya ilang. emang kalo mahasiswa ngga mungkin nyolong.

lain lagi cerita temen gua. dia sholat jum’at di masjid Mardiyah UGM. abis itu sendalnya ilang. karena deket sama ta’mir maka ia bilang soal kehilangan ini. rupanya diketahui bahwa beberapa minggu ini udah beberapa kali terjadi. Akhirnya pihak ta’mir memutuskan untuk menyelidiki. Beberapa hari kemudian penyelidikan mulai menghasilkan tertuduh. Pada saat si pencuri lagi beraksi, para ta’mir berhasil menangkap tangan. uniknya si pencuri berpenampilan sangat islami. baju koko, peci, celana ngatung, jenggot. dari mulutnya selalu terdengar subhanallah dan astagfirullah. waduh. jadi ngeri. Tuh maling berarti udah niat banget. Penampilan alim belum tentu bukan maling rupanya.

Ditandai sebagai:, ,

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Wempi said, on Mei 1, 2008 at 6:13 pm

    Kenapa kalo mencuri sendal itu selalu di tempat ibadah, hahaha?
    *geleng-geleng*


Tinggalkan Balasan